Skip to main content

Histologi Neuron


Sistem saraf pusat berperan dalam kemampuan tubuh untuk menyesuaikan dirinya terhadap perubahan yang terjadi baik pada lingkungan luar maupun dalam. Kemudian fungsi penting yang lainnya ialah dengan mengendalikan dan mengintegrasikan (mengkoordinasi) segala fungsi bagian-bagian tubuh seperti pernapasan dan juga sistem peredaran darah.
Berdasarkan strukturnya, sistem saraf pusat dibagi menjadi Central Nervous System (CNS) dan Peripheral Nervous System  (PNS). CNS terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang, sedangkan PNS merupakan persarafan selain CNS seperti saraf kranial dan saraf spinal (saraf-saraf yang keluar dari celah tulang belakang). Kemudian berdasarkan fungsinya, jaringan saraf terdiri atas dua tipe : neuron dan neuroglia. Pada bahasan kali ini, pembahasan lebih ditekankan pada histologi neuron

Neuron
Neuron dapat ditemukan baik pada CNS maupun PNS. Ukuran neuron bervariasi dan memiliki bentuk yang beragam. Diameternya sekitar 150 μm dengan bentuk-bentuk khas berdasarkan letaknya pada suatu sistem saraf terkait. Oleh karena itu, ia akan dibagi menjadi empat:
  •       Neuron multipolar, merupakan neuron yang paling banyak ditemukan, dengan struktur satu axon dan dua / lebih dendrit. Neuron tipe ini dapat ditemukan pada neuron motor dan interneuron yang banyak ditemukan pada korteks otak, medulla spinalis, dan ganglia otonom.
  •     Neuron bipolar, merupakan neuron yang terdiri dari satu dendrit dan satu axon. Dapat ditemukan pada persarafan yang ada pada retina, mukosa olfaktori, dan ganglia vestibular
  •      Neuron unipolar / pseudounipolar, memilki suatu percabangan axon yang mendekati perikarion (lihat gambar). Axon tersebut memanjang dan menghubungkan ujung saraf perifer dengan saraf pusat, sedangkan percabangan tersebut menghubungkan axon dengan perikarion. Neuron  tipe ini dapat ditemukan pada ganglia spinalis dan ganglia kranial
  •         Neuron anaxonic, memiliki lebih banyak dendrit, tapi tidak ada axon sejati. Tipe sel ini tidak menghasilkan aksi potensial, tapi dapat meregulasi perubahan elektrik neuron yang berdekatan. Neuron tipe ini dapat ditemukan pada  otak dan retina



Gambar 1. Tipe-tipe neuron berdasarkan bagian-bagian besar yang dimilikinya

Secara umum, neuron memiliki bagian-bagian berupa :
  • Badan sel atau perikarion, yang memiliki inti sel dan organel lain sebagai tempat sintesis  bahan kebutuhan seluruh sel dan juga penutrisi
  • Dendrit, merupakan bagian yang memanjang dari perikarion yang memiliki spesialisai untuk menerima rangsang dari neuron lain melalui celah, yang disebut sinaps
  • Axon, suatu struktur tunggal yang memanjang, berfungsi untuk  membuat dan menghantarkan impuls saraf ke sel-sel lain.


Badan Sel (Perikarion)

Badan sel merupakan bagian sel yang terdiri atas nucleus yang dilingkupi oleh sitoplasma. Bagian ini bertanggunjawab dalam menutrisi sel dan menghasilkan sitoplasma untuk mengisi pemanjangannya. Pada badan sel juga dapat ditemukan nucleus eukromatik (berwarna pucat), bentuk bulat besar, dan dapat terlihat juga nucleolus prominent. Kromatin banyak tersebar yang menandakan aktifitas sintetik yang intens. Pada perikarion, dapat ditemukan substansi Nissl basofilik (Badan Nissl) yang terdiri atas polisom bebas dan reticulum endoplasma kasar (REK) yang menandakan aktivitas sintetik yang juga intens.

Dendrit

Merupakan struktur yang biasanya pendek dan bercabang-cabang. Struktur ini akan memiliki diameter yang semakin menyempit di bagian percabangan akhirnya.  Bagian ini bertanggungjawab dalam penerimaan dan pemrosesan pada neuron.  Dendrit suatu sel saraf dapat menerima impuls yang dihantarkan dari ribuan axonal ending, mengintegrasikan, dan meneruskannya. Kemampuan ini dapat ditemukan pada sel purkinje besar cerebellum. Organel yang ditemukan pada dendrit mirip seperti yang ada pada perikarion, dengan sistoskeleton melimpah pada bagian yang bercabang. Pada dendrit yang telah bercabang, dapat ditemukan struktur yang disebut spina dendritika sebagai bagian di dendrityang bertanggungjawab dalam penerimaan impuls dari sel saraf lain. Selain sebagai kunci utama penerima rangsang, spia dendritika juga memegang peran penting dalam plastisitas neuron, suatu kemampuan untuk belajar, beradaptasi, dan mengingat.

Gambar 2. Dapat dilihat bahwa impuls yang berjalan dari satu neuron ke neuron lainnya akan berpindah melalui bagian dari terminal axon yang bercabang-cabang, disebut telodendrion (Telodendria = jamak). Kemudian impuls akan di-kodekan dengan dilepaskannya neurotransmitter tertentu pada synaptic knob yang akan masuk melalui kanal-kanal 
dengan karakteristik tertentu pula.

Axon

Kebanyakan neuron hanya memiliki axon tunggal dan dengan dimensi yang bervariasi. Motor neuron yang menginervasi otot ekstremitas bawah dapat mencapai panjang 100 cm yang oleh karenanya akan memiliki perikarion yang besar pula untuk menjaga kehidupan sel tersebut. Tidak seperti dendrit, axon akan memiliki diameter yang konstan. Axon berasal dari axon hillock (sutatu struktur transisi dari perikarion – axon yang memiliki betuk pyramid) dengan membrane plasma yang dikenal dnegan axolemma dan berisi axoplasma.  Axoplasma terdiri atas organel seperti mitokondria, mikrotubula, neurofilamen, dan reticulum endoplasma halus (Note : biasanya tidak ditemukan reticulum endoplasma kasar).

Gambar 3: Secara structural dapat dilihat pada gambar kiri. Mikroskopis didapat penampilan seperti di kanan, dengan G: nuclei dari sel glial ; D: dendrit ; N: nucleus dari perikarion; NS: Nissl substance; AH: axon hillock; A: axon. Karena badan nissl terdispersi merata pada perikarion, transisi perikarion – axon (axon hillock) akan menjadi suatu daerah yang memiliki komposisi badan Nissl yang semakin sedikit hingga ke axon.

Pada axon, dapat ditemukan bidirectional transport. Anterograde transport (AT) adalah suatu transport organel atau makromolekul yang disintesis dari perikarion ke arah terminal axon. Sedangkan retrograde transport (RT) ialah transport material hasil endositosis (racun, virus) dari perifer ke perikarion. AT dimediasi oleh kinesin, suatu ATPase yang diaktivasi oleh mikrotubul. Sedangkan RT dibantu oleh protein serupa yang disebut dynein. Kedua gerakan ini memiliki kecepatan kira kira 50-400 mm/hari. Suatu aliran AT yang jauh lebih lambat dari rerata ini berhubungan dengan pergerakan sistoskeleton axonal. Hal itulah yang berhubungan erat dengan pertumbuhan axon.


Comments